Jakarta – Jeep memastikan mesin legendaris 6.4 liter Hemi V8 tetap menjadi bagian dari lini produknya. CEO Jeep, Bob Broderdorf, mengungkapkan rencana penambahan model bermesin V8, bahkan membuka peluang hadirnya kembali varian performa tinggi SRT.
Kabar ini menjadi angin segar bagi penggemar Jeep Wrangler, mengingat mesin 6.4L Hemi V8 mampu menghasilkan tenaga 470 hp dan torsi 637 Nm.
Performa tersebut membuat SUV ikonik ini melesat dari 0–96 km/jam hanya dalam 4,5 detik dan menuntaskan jarak 400 meter dalam 13 detik.
Sebelumnya, Jeep merilis Wrangler 392 Final Edition pada 2024 sebagai perpisahan dengan mesin Hemi. Namun, tingginya permintaan membuat model tersebut kembali hadir pada 2025.
Kini, Jeep justru mempertegas komitmennya mempertahankan mesin bertenaga besar itu.
Broderdorf memberi sinyal bahwa Grand Cherokee SRT8 atau Trackhawk berpeluang kembali ke pasar. Mesin Hemi 5.7L pun disebut bisa hadir lagi di Grand Cherokee dan Grand Cherokee L.
Selain itu, Jeep tengah menyiapkan berbagai pilihan mesin baru, termasuk range-extended powertrain untuk Grand Wagoneer 2026, serta varian hybrid pada Cherokee dan plug-in hybrid untuk Gladiator 4xe.
Mesin Jadi Jantung Kendaraan Jeep
“Mesin adalah jantung dan jiwa kendaraan,” kata Broderdorf, menegaskan bahwa pilihan powertrain baru akan memperluas pasar dan menarik pembeli baru.
Jeep sebelumnya telah sukses dengan Wrangler 4xe dan Grand Cherokee 4xe yang menjadi salah satu PHEV terpopuler di Amerika Serikat.
Tak hanya soal mesin, Jeep juga akan memberikan lebih banyak opsi kustomisasi untuk Wrangler dan Gladiator.
Ke depan, konsumen dapat memilih ukuran ban lebih besar, hingga komponen dengan warna unik seperti fender flare khusus, membidik pasar modifikasi yang semakin menguntungkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310439/original/090810400_1754718104-2024-Jeep-Gladiator-918-15_edit_138475268531993.jpg)